Garda Terdepan Indonesia

Garda Terdepan Indonesia

Halo haloo … Bist du auch so gelangweilt? Lah lah kok malah nyanyi wehehe #PLAK
Bist du auch so gelangweilt? Itu bahasa Jerman dari “apa kamu juga merasa bosan?” (Dasar mimin! Mentang2 lagi belajar bahasa Jerman -__-) HAHAHA Shalien disini bukan mau bahas Jerman kok. Shalien disini lagi mau bahas soal Indonesia kita tercintaaah *convetti* #alay deh mimin#

Oke, kita mulai serius ya. Apa kalian ngerasa bosan sama pertumbuhan Indonesia yang setengah-setengah? Ini aku juga baru tahu pas pelajaran PKN minggu lalu. Jadi, topiknya tentang permasalahan-permasalahan di daerah perbatasan. Abis aku baca materinya aku tertarik banget buat memahami permasalahan di daerah perbatasan Indonesia.

Berhubung sekarang aku juga tinggal di Kalimantan yang bisa dibilang daerah perbatasan lah ya … aku ngerasa prihatin juga sama nasib mereka yang bener-bener tinggal di perbatasan Indonesia-Malaysia. Agak sedih juga sama pemerintah Indonesia yang perhatiannya setengah-setengah aja buat daerah-daerah perbatasan.

Kalau kulihat di drama-drama korea #lu k-popers min??!# batas negara antara Korea Selatan sama Korea Utara tuh jelas bangeettt!! Dia gerbang bejajar gitu. Teruuss gerbangnya tuh tinggi dan ada tentara yang siaga di situ dengan persenjataan lengkap. Terus ga ada perumahan-perumahan di sekitar gerbang perbatasan nya. Mungkin itu salah satu bentuk perhatian Pemerintah Korea Selatan buat perbatasan mereka yaa … jadi biar mata-mata atau orang Korea Utara ga bisa masuk dengan mudah ke Korea Selatan, dan biar kalau ada baku tembak ga bakal nyakitin warga sipil (ga ada perumahan di sekitar gerbang perbatasan). Itu cuma pendapat mimin sih yaa … kalau ga salah perbatasan Korea Utara dan Selatan seperti itu …

Nah coba lihat di daerah perbatasan Indonesia. Kalau ada orang yang bilang “Eh aku bisa ke luar negeri 10 kali dalam waktu 10 detik loh!!”. Mau ga mau Lo haruss percaya ama tuh orang!! Dia ga bohong bray!! Tahu kenapa?? Karena perbatasan kita sama Malaysia ga jelas! Pernah nonton acara tipi apaan yaa .. lupa mimin.
Pokoknya dia tuh kesahnya ke daerah perbatasan Indonesia-Serawak ditemeni sama salah satu anggota TNI-AD *kalau ga salah* batas Indonesia-Malaysia cuma pasak kayu dan tali yang dibentangin dari satu pasak ke pasak lain! Kalau ada yang bilang “Wiih enak tuh bisa bolak-balik ke luar negeri”. MIRIIISSS IDUUP LUU! #sabar min sabar#. Enak dr segi mananya?? Orang Malaysia yang ga bertanggung jawab bisa dengan mudahnya masuk ke Indonesia, mengklaim tanah-tanah di Indonesia, menguras habis SDA Indonesia, mengklaim budaya-budaya kita.

Gini ya, menurut salah satu sumber yang aku baca, ada lebih dari 83% hutan di Kalimantan Barat yang di klaim pihak Malaysia. Mereka dengan lihainya mengubah hutan alam Kalimantan jadi perkebunan sawit, memaksa penduduk lokal untuk menangkap bahkan membunuh orang utan demi terciptanya perkebunan sawit mereka. Entah pemerintah sudah tahu, atau pura-pura tidak tahu atas hal ini.

Tapi jujur aja yaa sebagai warga “perbatasan” aku ngerasa sedih, marah, kecewa. Pemerintah Indonesia ga akan bertindak kecuali sudah ada aksi nyata dari para “penjajah”. Saat pihak luar dengan gamblang menunjukkan aksi mereka, baru pemerintah gelabakan buat ngatasi masalah itu. Contohnya aja, berapa banyak budaya Indonesia yang ingin di klaim ama negara tetangga? Budaya apa yang udah berhasil mereka ambil? Apa pemerintah berhasil ambil balik budaya itu? Untung batik yang jadi ciri khas Indonesia udah aman hehehe.

Kenapa ga mulai awal ngesahin budaya-budaya Indonesia? Jadi saat orang luar ingin mengklaim budaya kita udah ga ada kesempatan. Dan kalian tahu ga? Nih aku ya, yang tinggal di Samarinda, ibu kota Kalimantan Timur, ngerasain paling ga 3 kali seminggu mati listrik dari jam 9 pagi sampe jam 3 sore, atau dari jam 3 sore sampe jam 9 malem. Yaa kadang cepet aja matlis nya. Masuk di akal ngga?? Kami penghasil batu bara terbesar ke 3 di Indonesia, kami punya PLTU terbesar, kami penghasil listrik terbesar, tapi kami sangat sering merasakan mati listrik. Aku sebenernya pindahan dari Jawa, Surabaya tepatnya. Di Surabaya aku jarang banget ngerasain yang namanya matlis. Dan ternyata … JENG JENG JENG JENG

EKSPOR BATUBARA INDONESIA MENCAPAI 70% s/d 80% DARI TOTAL PRODUKSI BATUBARA!!!!

Terus sisanya ke mana? Nah sisanya itu yang dipasarkan di pasar domestik.

Kalau kalian datang ke Kalimantan, jangan bayangin ya kalau Kalimantan tuh hutan semua, namanya penyumbang O2 terbesar pasti hutan semua isinya. Iya itu DULU sebelum negara api menyerang #itu anime tong!# maap maap. Maksudnya sebelum eksploitasi besar-besaran di Pulau Kalimantan.

Dulu yaa DULU Kalimantan nih hijauuu, banyaaak pohon-pohon tinggi dan rindang. Penghasil kayu terbaik. Mulai dari kayu ulin, jati, mahoni, di mana mereka adalah kayu-kayu berkualitas tinggi, sekarang kalau kalian ke Kalimantan, udah JARANG kalian nemu pohon-pohon tinggi dan rindang, udah jarang lagi kalian lihat hutan di sini. Kalau di lihat dari udara, banyak danau yang terbentuk gegara pertambangan yang dilakukan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Abis tambangnya, eh ditinggal aja seenak jidat -_- harusnya mereka balikin lagi struktur ekosistem yang ada di situ, ya seenggaknya balikin struktur tanah yang abis dikeruk buat tambang tuh, nanam pohon-pohon baru, dll. Meskipun ya pohon-pohon itu ga bakal dengan cepat bisa langsung jadi pohon gede yang rindang, seenggaknya mereka udah berkontribusi buat bumi yang lebih baik kan? Itung-itung investasi buat anak cucu mereka lah …

Jadi di Samarinda nih kan terbentang tuh yang namanya Sungai Mahakam. Pertama kali aku lihat Sungai Mahakam tuh ku kira laut! Asli lebaarr bangettt, kapal-kapal tuh lalu lalang di situ.

Suatu hari aku lihat kapal tongkang gede banget ngangkut batu-batu begunung gunung, asli banyak bangeett. Baru aku tanya ke temenku, ternyata batu-batu yang numpuk segunung itu, ya itu yang namanya batu bara! Gilaaaaaa itu banyaaakk bangeett!!!!
Satu kapal tongkang bisa angkut kira-kira 6000-8000 ton!! Dan bayangin aja dalam 30 menit, bisa 10 kapal tongkang yang lewat. Jadii yaa kira-kira ada 60.000-80.000 ton batu bara yang diangkut dalam waktu 30 menit!! Dan hampir 80% (48.000-64.000 ton) di ekspor ke Jepang, Korea, Cina, dan Eropa.

Ga heran ya jalanan di sana pada mulus-mulus, rapi, jarang tuh yang belobang. Karena aspal yang mereka pakai tuh dari batu bara Indonesia. Sedangkan jalan di Indonesia sendiri?? Banyak lobang, ga rata, masih banyak daerah yang ga beaspal malah. Ya kan? Apalagi yang di daerah perbatasan sana.

Nih ya, para smart readers. Aku cuma ngasih info aja. Kalau masyarakat perbatasan sana lebih suka beli barang di Malaysia. Udah pada tau kan ya? Barang dari Malaysia jauh lebih murah dibandingkan kalau mereka harus beli barang dari Indonesia. Karena perjalanan yang jauh, tentu ongkirnya juga jauh lebih mahal dong ya.

Ditambah lagi keadaan jalan dan sarana transportasi ga nyampe ke daerah mereka, jadi mereka harus jalan dulu berkilo-kilo meter ke Tarakan untuk beli kebutuhan pokok mereka. Kalau kalian disuruh pilih beli ke tempat yang jauh ama yang deket pilih mana? Aku sih pilih yang deket yaa ..

Nah gitu juga sama masyarakat di sana. Karena beli barang ke Malaysia lebih murah dan lebih dekat sama tempat mereka tinggal. Nah kalau hal ini sampe berkelanjutan, ga memungkiri rasa nasionalisme mereka bakal pudar. Bisa ada pikiran kalau pemerintah Indonesia ga memerhatikan mereka, jadi buat apa masih bertahan di Indonesia. Bisa-bisa mereka pindah kewarganegaraan, atau lebih parahnya mereka minta misah dari Indonesia. Nah kalau ini terulang seperti Timor Timur? Kan berabe ya …

Think!! Kalau mereka ada kepikiran seperti itu, bisa aja mereka menjadi akses masuk bagi mata-mata negara tetangga. Dan apa yang bakal terjadi?? Bakal terjadi yang namanya spionase.

Seharusnya mereka sebagai garda terdepan Indonesia mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Karena mereka adalah target utama yang harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi agar ‘penjajah’ tidak bisa memasuki wilayah Indonesia dengan gampangnya seperti sekarang yang terjadi.

So, masih banyak banget masalah perbatasan yang belum ditangani dengan baik oleh pemerintah, seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan dsb. Smart readers bisa paham sendiri kan ya??

Sebenarnya banyak juga kok anggota pemerintahan yang bekerja dan mengabdi pada negara dengan baik dan penuh tanggung jawab . Yang jadi penyakit tuh ya itu loh, yang suka makan uang rakyat dan hidup mewah bergelimpangan harta, sedangkan rakyatnya kelaperan. Gegara beberapa penyakit tadi, citra sistem pemerintahan Indonesia jadi jelek kan di mata Internasional? Jadi, aku sangat berharap pemerintah bisa membenahi sistemnya sesegera mungkin agar Indonesia bisa jadi negara maju, bukan berkembang lagi. Kalau bisa kita jadi negara adidaya. Aamiin. 

Dan ga semua masalah di Indonesia nih karena pemerintah loh ya. Kita sebagai rakyat kadang ngga sadar kalau kita ikut menghambat perkembangan Indonesia. Menghambatnya dari segi apa? Dari segi rendahnya kualitas kita sebagai SDM di mana SDM adalah kunci kesuksesan suatu Negara.

Kalau SDA nya banyak tapi kualitas SDM nya rendah buat apa? Masa kita sebagai generasi muda Indonesia ga malu kalau nanti yang duduk di posisi-posisi penting sektor ekonomi dan bisnis Indonesia orang luar semua? Sedangkan kita cuma jadi bawahan mereka? Dijajah lagi itu namanya! Nah kalau bisa kan kita yang jadi BOSS di negeri sendiri apalagi jadi BOSS di negeri orang kan luar biasa yaa. Nah aku sendiri belum ngerasa jadi SDM yang berkualitas buat Indonesia kok, masih harus banyak menimba ilmu dari sana-sini. Jadi, smart readers, mari berusaha untuk jadi SDM yang berkualitas demi kemajuan Indonesia di mata Internasional!!!

#SaveBorneo

Nb : artikel ini tidak bermaksud menyinggung pihak manapun, hanya menyampaikan info.
Admin love PEACE!!




0 komentar:

Posting Komentar